summaryrefslogtreecommitdiff
path: root/_content
diff options
context:
space:
mode:
Diffstat (limited to '_content')
-rw-r--r--_content/blog/codelab-share/index.adoc8
1 files changed, 4 insertions, 4 deletions
diff --git a/_content/blog/codelab-share/index.adoc b/_content/blog/codelab-share/index.adoc
index acd3293..d850b33 100644
--- a/_content/blog/codelab-share/index.adoc
+++ b/_content/blog/codelab-share/index.adoc
@@ -3,7 +3,7 @@ Andrew Gerrand
13 Juli 2010
Model _thread_ tradisional (contohnya, yang biasanya digunakan saat
-menulis program Java, C++, Python) kadang mengharuskan pemprogram
+menulis program Java, C++, Python) kadang mengharuskan pemrogram
untuk berkomunikasi antar _thread_ menggunakan memori yang saling
dibagi.
Biasanya, dalam bentuk struktur data yang dilindungi oleh semacam
@@ -13,15 +13,15 @@ Pada kasus tertentu, hal ini dimudahkan dengan penggunaan struktur
data yang paham tentang _thread_, seperti `Queue` pada Python.
Konkurensi primitif pada Go --_goroutine_ dan _channel_-- menyediakan
-sebuah solusi yang elegan dan berbeda untuk menulis perangkat lunak
+sebuah solusi yang berbeda dan elegan untuk menulis perangkat lunak
konkuren.
(Konsep ini memiliki
https://swtch.com/~rsc/thread/[sejarah yang menarik^]
yang dimulai dari tulisan C. A. R. Hoare tentang
http://www.usingcsp.com/[_Communicating Sequential Processes_^].)
Alih-alih secara eksplisit menggunakan kunci untuk menengahi akses
-terhadap data yang berbagi, Go mendorong penggunaan _channel_ untuk
-mengirim referensi ke data antara _goroutine_.
+terhadap data yang dibagi, Go mendorong penggunaan _channel_ untuk
+mengirim referensi data antara _goroutine_.
Pendekatan ini memastikan hanya satu _goroutine_ yang memiliki akses
terhadap data dalam satu waktu.
Konsep ini disimpulkan dalam dokumen