| Age | Commit message (Collapse) | Author |
|
Untuk tautan yang belum ada terjemahannya, gunakan link ke situs asli.
|
|
Opsi -shutdown-idle menerima durasi yang akan secara otomatis mematikan
server apabila tidak ada koneksi baru diterima setelah waktu yang
ditentukan.
|
|
The latest ciigo support redirecting request for .adoc or .md to the
HTML file.
The latest pakakeh.go changes redirect for HandleFS to use canonical
directory end with "/" and with HTTP status 301 instead of 303.
|
|
Untuk tautan yang belum ada terjemahannya, gunakan link ke situs asli.
|
|
Setiap kali push akan mentrigger webhook di
https://build.kilabit.info/karajo/app/#job_webhook_golang-id-web .
|
|
Perubahan,
* Update module ciigo, untuk pembaruan style yang baru
* Ganti logo dengan warna putih
* Gunakan warna yang mirip dengan situs resmi untuk tema terang
dan gelap
* Hapus link pada header tingkat 2
|
|
This is one of the most frequest error to the website that we observe.
|
|
This allow running www-golangid only when activated by systemd in
local environment.
While at it, update all dependencies.
|
|
Tautan artikel asli: go.dev/doc/database/.
|
|
Tutorial asli ada di https://go.dev/doc/tutorial/database-access .
|
|
|
|
|
|
|
|
Tautan asli dari artikel: https://go.dev/doc/tutorial/fuzz
|
|
Hal ini supaya semua halaman-halaman tentang tutorial dapat terlihat
dan dibaca oleh pengguna.
|
|
Perubahan,
- blog.golang.org menjadi go.dev/blog,
- play.golang.org menjadi go.dev/play,
- golang.org/x menjadi pkg.go.dev/golang.org/x,
- golang.org/pkg menjadi pkg.go.dev
|
|
Remove unused tasks, move the .PHONY at the top of each tasks, and
rename some task by using common prefix instead on suffix.
|
|
|
|
Blog ini menceritakan sejarah pembuatan perkakas "go test -cover" untuk
melihat cakupan pengujian.
|
|
|
|
Blog ini disadur dari https://go.dev/blog/first-go-program .
|
|
Blok ini disadur dari "https://go.dev/blog/io2013-chat".
|
|
|
|
Terjemahan ini diambil dari halaman: go.dev/blog/waza-talk .
|
|
|
|
|
|
|
|
Blog ini diterjemahkan dari https://go.dev/blog/codelab-share .
|
|
Blog ini diterjemahkan dari halaman
https://go.dev/blog/get-familiar-with-workspaces/.
|
|
|
|
|
|
|
|
Artikel ini disadur dari "https://go.dev/blog/supply-chain".
|
|
Artikel ini diambil dari https://go.dev/blog/intro-generics
|
|
|
|
|
|
Hal ini untuk mengurangi ukuran berka binary hasil _embed_ dan
mengurangi _noise_ pada logs sehingga URL pada logs hanya menampilkan
path-path yang dikunjungi saja.
|
|
|
|
Tautan yang mengarah ke directori, bila tidak diakhiri dengan "/" akan
di-_redirect_ otomatis ke "/".
Misalnya, "GET /ref/spec" akan mengakibatkan dua kali request,
GET /ref/spec => 304
GEt /ref/spec/ => 200
|
|
Modul "share" telah dipindahkan ke sourcehut dengan nama repositori
yang juga ikut berganti supaya lebih tidak umum, "pakakeh.go".
|
|
Pada Asciidoc, karaketer '\' digunakan untuk _escaping_, sehingga bila
ingin menulis backslash, maka tulis '\' dua kali.
|
|
Domain www-golangid adalah alias di lokal saya, dan sekarang sudah
diganti ke golang-id.org supaya lebih jelas.
|
|
Font ini dapat diambil di https://go.dev/blog/go-fonts.
|
|
|
|
|
|
|
|
workspaces"
|
|
Dengan menjalan program dengan opsi -dev, berarti program akan memantau
setiap berkas .adoc, otomatis mengonversinya ke HTML, sambil tetap
melayani HTTP.
|
|
Opsi http menerima alamat and port, lebih fleksibel, dan secara umum
digunakan dalam repositori go, seperti godoc dan x/website.
|
|
Daripada memanggil "go generate", yang terpisah dengan program
cmd/www-golangid, gabungkan mereka sehingga untuk menghasilkan
berkas static.go tinggal memanggil perintah
$ go run ./cmd/www-golangid embed
|