summaryrefslogtreecommitdiff
path: root/_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc
diff options
context:
space:
mode:
authorShulhan <m.shulhan@gmail.com>2024-03-21 05:13:45 +0700
committerShulhan <m.shulhan@gmail.com>2024-03-21 05:41:29 +0700
commit03a9d77abfdf7ffc5d43fb7761aa1faaa5eeb3f7 (patch)
tree580a859a21191e1f73f01c8e727ccb6b2e3eef6d /_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc
parent1a84401abde75de0d975d1fc1d5236c70034cd42 (diff)
downloadgolang-id-web-03a9d77abfdf7ffc5d43fb7761aa1faaa5eeb3f7.tar.xz
all: tambah akhiran "/" pada "link:" untuk mengurangi HTTP redirect 304
Tautan yang mengarah ke directori, bila tidak diakhiri dengan "/" akan di-_redirect_ otomatis ke "/". Misalnya, "GET /ref/spec" akan mengakibatkan dua kali request, GET /ref/spec => 304 GEt /ref/spec/ => 200
Diffstat (limited to '_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc')
-rw-r--r--_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc14
1 files changed, 7 insertions, 7 deletions
diff --git a/_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc b/_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc
index 3c6d92c..541e1f7 100644
--- a/_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc
+++ b/_content/blog/migrating-to-go-modules/index.adoc
@@ -6,10 +6,10 @@
Tulisan ini adalah bagian ke 2 dari sebuah seri.
-* Bagian 1 - link:/blog/using-go-modules[Menggunakan Go Modul]
+* Bagian 1 - link:/blog/using-go-modules/[Menggunakan Go Modul]
* Bagian 2 - Migrasi ke Go Modul (tulisan ini)
-* Bagian 3 - link:/blog/publishing-go-modules[Menerbitkan Go Modul]
-* Bagian 4 - link:/blog/v2-go-modules[Go Modul: v2 dan seterusnya]
+* Bagian 3 - link:/blog/publishing-go-modules/[Menerbitkan Go Modul]
+* Bagian 4 - link:/blog/v2-go-modules/[Go Modul: v2 dan seterusnya]
Proyek-proyek Go menggunakan beragam strategi manajemen dependensi.
Perkakas
@@ -47,7 +47,7 @@ transisi ke Go modul:
* Proyek Go yang telah ada tanpa ada manajemen dependensi
Kasus yang pertama telah diulas dalam
-link:/blog/using-go-modules[Menggunakan Go Modul];
+link:/blog/using-go-modules/[Menggunakan Go Modul];
kita akan menelaah kedua kasus terakhir dalam artikel ini.
@@ -192,7 +192,7 @@ Tanpa adanya berkas konfigurasi dari manajemen dependensi lainnya,
"go mod init" hanya akan membuat berkas "go.mod" yang berisi _directive_
"module" dan "go".
Dalam contoh ini, kita men-set path modul ke "golang.org/x/blog" karena itulah
-link:/cmd/go#hdr-Remote_import_paths[path impornya^].
+link:/cmd/go/#hdr-Remote_import_paths[path impornya^].
Pengguna bisa mengimpor paket-paket dengan path tersebut, dan pemilik modul
harus berhati-hati supaya tidak mengubahnya sewaktu-waktu.
@@ -319,7 +319,7 @@ yang signifikan, dan bisa saja menimbulkan permasalahan nantinya.
Jika Anda sudah memiliki tag dengan versi, Anda harus meningkatkan
https://semver.org/lang/id/spec/v2.0.0.html#spec-item-7[versi minor^].
Lihat
-link:/blog/publishing-go-modules[Menerbitkan Go Modul]
+link:/blog/publishing-go-modules/[Menerbitkan Go Modul]
untuk belajar bagaimana meningkatkan dan menerbitkan versi.
@@ -368,7 +368,7 @@ Proses mengonversi Go modul seharusnya mudah bagi kebanyakan pengguna.
Masalah-masalah khusus bisa muncul disebabkan path impor yang tidak kanonis
atau _breaking changes_ disebabkan karena dependensi.
Artikel selanjutnya akan mengeksplorasi bagaimana
-link:/blog/publishing-go-modules[menerbitkan versi baru], v2 dan seterusnya,
+link:/blog/publishing-go-modules/[menerbitkan versi baru], v2 dan seterusnya,
dan cara-cara untuk men-_debug_ situasi-situasi yang aneh.
Bila ada tanggapan dan bantuan untuk membantu manajemen dependensi di Go,